Apa itu Kuttab

Kuttab adalah tempat utama di dunia Islam untuk mengajari anak-anak usia dini (5-12 thn).

Keberadaannya begitu agung dalam kehidupan masyarakat Islam, khususnya dikarenakan Kuttab adalah tempat anak-anak belajar Al Qur’an ditambah begitu mulianya ilmu dalam syariat islam.

Kuttab muncul pertama kali di zaman Nabi saw. Pada masa pasca perang badar, Rasulullah memutuskan tentang tawanan perang badar, agar setiap tawanan yang tidak punya harta untuk menebus, mengajari 12 anak-anak muslimin sebagai tebusannya, kemudian konsep ini menyebar ke berbagai Negara seiring dengan penyebaran Islam.

Kuttab bukanlah konsep baru, melaikan konsep Islam yang mempunyai sejarah panjang melahirkan orang-orang besar Islam.

Imam Malik mengatakan : “Generasi Umat ini takkan membaik dan tidak mungkin bisa diperbaiki, kecuali dengan cara generasi awal itu diperbaiki”

Konsep Kuttab benar-benar Al Qur’an dan Hadits.

Sejarah mengabadikan bagaimana keduanya bekerja pada generasi dengan cara istimewa. Dua panduan yang menjadi jalan putih nan luas, malamnya saja seperti siang.

Tidak ada pendidikan paling baik sepanjang sejarah kecuali pendidikan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mendidik para sahabatnya.  Sehingga mereka (para sahabat) oleh Allah ta’ala abadikan dalam QS. 3 : 110, menjadi umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.

Siapapun yang meniti jalan lain, pasti akan celaka.  Bukan hanya hasil yang tiada, tetapi rugi di ujung usia.

Dua sumber besar bagi ilmu, sepanjang manusia masih ada. Tetapi telah terkubur dan hanya ditempatkan dipojok sempit masjid. Tak ada di pasar, tak ada di laboratorium, tak ada di kebun. tak ada di ruang-ruang negara, tak ada di parlemen, tak ada di rumah penyembuhan, tak ada di markas-markas besar.

Mengingat sunnatullah yang tetap berjalan di semesta ini. Sejalan akan terus hidup dan berulang di setiap zaman.

 

Saat mengembalikan sistem pendidikan Islam seutuhnya, kami sangat yakin dengan konsep Kuttab ini dan kami pun berharap hadirnya hasil yang sama dengan zaman itu (zaman sahabat nabi dan kebesaran Islam).

 

Mewujudkan dan menghadirkan konsep pendidikan murni Islam tidaklah mudah, perlu perjuangan yang sangat keras, perlu pejuang yang rela memperjuangkan keyakinan konsep kebenaran ini dengan seluruh potensi kekuatan yang dimiliki. Perlu pejuang yang siap dengan karya terbaiknya dengan jiwanya, raganya, hartanya, darahnya, keringat dan air matanya.

Semoga kita menjadi bagian di dalamnya mewujudkan pilar-pilar peradaban bagi hadirnya kembali peradaban Islam.

Aamiin ya Robbal ‘alamin